Subscribe Us




Indahnya Berbagi Tip : NAIK GUNUNG PAKAI MOTOR MATIC ?



Banyak pengguna motor matic belum paham kalau motor matic itu adalah motor perkotaan dan tidak di sarankan untuk jalan menanjak apalagi naik gunung, faktanya pengguna motor matic di Indonesia belum mengetahuinya.


Faktanya, banyak yang pakai motor matic ketika liburan ke pegunungan bahkan berboncengan lebih dari 2 bersama istri dan anak-anaknya.
Banyak sudah  kejadian kecelakaan pengguna motor matic di tanjakan dan turunan yang memakan korban jiwa karena remnya BLONG.
Kejadian yang saya lihat sendiri di turunan GEDONG SONGO bulan lalu pengguna motor matic akibat rem blong di turunan Sepakung Gunung Telomoyo, memakan korban 2 orang meninggal dunia ditempat.
REM BLONG terjadi apabila pengereman yg TERUS MENERUS pada turunan yang panjang dengan beban penumpang yang berat, berakibat piringan cakram dan kampas rem panas sehingga minyak rem di dlm caliper MENDIDIH dan menimbulkan gelembung di dalam minyak rem tersebut..
Gelembung UDARA di dalam sistem rem hidrolis sangat berbahaya karena udara bisa di kompresi/menyusut ketika ditekan, sehingga tuas rem terasa ringan/nyeplos dan daya pengereman hilang dan ini sering terjadi pada motor Matic karena tdk memiliki GIGI rendah untuk melakukan ENGINE BRAKE.
Secara Teori mengendarai motor matic diturunan jangan di LOSS tapi sedikit digas agar kopling matic tidak lepas & di rem secara BERGANTIAN depan belakang.
Faktanya teori diatas tdk bisa dilakukan bila:
-Turunan curam
-beban berat berboncengan dan
-jalan ramai padat
Cara terbaik untuk mencegah kecelakaan adalah SERING MENEPI, BERHENTI sambil Ngopi atau Selpi untuk mendinginkan REM.
Siapkan botol air, atau SPRAYER. Tunggu beberapa MENIT sampai rem TIDAK terlalu panas, kemudian semprotkan/siramkan air pada kaliper, kampas & cakram sebelum/sesudah melewati turunan curam atau panjang.
Di beberapa jalur EKSTRIM seperti Telomoyo hingga Sepakung sudah menyediakan REST AREA + AIR PENDINGIN.. Semoga ditempat lain jg tersedia.

Post a Comment

0 Comments